(Edit 1 Juni 2026)
Perbedaan Proses RDM Antarjenjang
RA · MI · MTs · MA
Penjelasan rinci di mana saja proses pengelolaan Rapor Digital Madrasah berbeda antara Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah — mulai dari struktur kelas, dasar penilaian, mapping, kenaikan kelas, hingga pengiriman nilai.
Perbedaan antarjenjang terbagi dua lapis. Lapis pertama: RA sangat berbeda dari MI/MTs/MA. Lapis kedua: di antara MI, MTs, dan MA, mekanisme aplikasinya hampir sama — yang berbeda hanya isi (struktur mata pelajaran), tingkat kelas, dan beberapa langkah khusus (terutama di MA).
1Karakter Singkat Tiap Jenjang
Sebelum masuk ke detail proses, kenali karakter dasar tiap jenjang di RDM.
Raudlatul Athfal
Tanpa mata pelajaran. Penilaian berupa deskripsi/narasi berbasis elemen Capaian Pembelajaran atau aspek perkembangan anak.
Kelas berupa Kelompok A & B. Penilaian umumnya dipegang penuh oleh wali kelas. Akhir jenjang: Kelompok B dinyatakan Lulus/Tamat RA.
Madrasah Ibtidaiyah
Berbasis mata pelajaran, nilai angka + deskripsi. Kelas 1 sampai 6.
Setiap mapel diisi guru pengampu. Kelas akhir (kelas 6) diluluskan. Tidak ada penjurusan.
Madrasah Tsanawiyah
Pola sama dengan MI: berbasis mata pelajaran, nilai angka + deskripsi. Kelas 7 sampai 9.
Alur operator RDM praktis identik dengan MI. Kelas akhir (kelas 9) diluluskan. Tidak ada penjurusan.
Madrasah Aliyah
Berbasis mata pelajaran + mata pelajaran pilihan yang dipilih peserta didik. Kelas 10 sampai 12.
Butuh setup mapel pilihan per siswa. Data kelas 11 & 12 umumnya ditarik lewat fitur naik kelas. Kelas akhir (kelas 12) diluluskan.
2Tabel Perbandingan Menyeluruh
Ringkasan perbedaan utama dalam satu pandangan. Geser tabel ke samping pada layar kecil.
| Dimensi Proses | RA | MI | MTs | MA |
|---|---|---|---|---|
| Rentang kelas | Kelompok A & B | Kelas 1–6 | Kelas 7–9 | Kelas 10–12 |
| Kelas/kelompok akhir | Kelompok B | Kelas 6 | Kelas 9 | Kelas 12 |
| Dasar penilaian | Elemen CP / aspek perkembangan | Mata pelajaran | Mata pelajaran | Mapel wajib + mapel pilihan |
| Bentuk nilai | Deskripsi/narasi | Angka + deskripsi | Angka + deskripsi | Angka + deskripsi |
| Pengisi nilai | Wali kelas (umumnya seluruhnya) | Guru mapel | Guru mapel | Guru mapel |
| Mapel pilihan / penjurusan | Tidak ada | Koding & KA (opsional) | Koding & KA (opsional) | Wajib ≥7 mapel pilihan |
| Ketuntasan | Ketercapaian deskriptif | KKM/KKTP per mapel | KKM/KKTP per mapel | KKM/KKTP per mapel |
| Koordinator kokurikuler | Otomatis wali kelas | Ditetapkan per rombel | Ditetapkan per rombel | Ditetapkan per rombel |
| Langkah khusus | — | — | — | Tarik data kelas 11 & 12 via naik kelas |
| Hasil akhir jenjang | Lulus/Tamat RA | Lulus MI | Lulus MTs | Lulus MA/MAK |
| Alur operator RDM | Khusus & lebih ringkas | Standar | Standar | Standar + langkah mapel pilihan |
Login, backup/restore, prosedur ganti semester, fitur "Salin Mengajar", pengaturan cetak, dan kirim nilai ke server pusat berjalan dengan cara yang sama. Karena itu satu panduan operator dapat menaungi ketiganya, dengan catatan tambahan khusus MA.
3Struktur Kelas & Rombel
- RA: rombel dibagi menjadi Kelompok A (usia 4–5 th) dan Kelompok B (usia 5–6 th). Tidak mengenal tingkatan kelas berjenjang.
- MI: kelas 1 hingga 6.
- MTs: kelas 7 hingga 9.
- MA: kelas 10 hingga 12. Untuk kelas 11 dan 12, data peserta didik umumnya tidak diinput ulang melainkan ditarik dari tahun sebelumnya melalui fitur naik kelas.
Penamaan dan pembentukan rombel berbeda, tetapi langkah teknis "buat rombel → tempatkan siswa → tetapkan wali kelas" identik untuk semua jenjang.
4Dasar & Komponen Penilaian
Inilah perbedaan paling mendasar antara RA dan jenjang lainnya.
- RA: menilai elemen Capaian Pembelajaran (Kurikulum Merdeka/KBC: Nilai Agama dan Moral, Jati Diri, Dasar Literasi & STEAM) atau aspek perkembangan (Kurikulum 2013: nilai agama-moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, seni). Hasilnya berupa deskripsi, tanpa angka rapor.
- MI / MTs / MA: menilai per mata pelajaran dengan nilai angka disertai deskripsi capaian. Daftar mapel berbeda tiap jenjang sesuai struktur kurikulum.
- MA — tambahan: selain mata pelajaran wajib (umum), terdapat kelompok mata pelajaran pilihan yang dipilih peserta didik sesuai minat (misalnya Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Ushul Fikih, sains/sosial tingkat lanjut, bahasa asing, informatika). Setiap MA wajib menyediakan minimal tujuh mata pelajaran pilihan.
Di RA, tidak ada "penugasan guru mapel" dalam arti jenjang lain — fokusnya pada wali kelas. Di MA, ada langkah ekstra menetapkan mapel pilihan agar muncul di rapor dan di akun guru pengampunya.
5Mapping Wali Kelas & Penugasan
- Semua jenjang: setiap rombel wajib memiliki wali kelas. Langkah penetapannya sama (edit rombel → pilih wali kelas → simpan).
- RA: penugasan biasanya berhenti di wali kelas, karena wali kelas menilai seluruh elemen. Guru khusus (mis. BTQ/ekstra) bersifat opsional.
- MI / MTs: selain wali kelas, operator menetapkan guru pengampu untuk setiap mata pelajaran agar mapel muncul di akun guru bersangkutan.
- MA: sama seperti MI/MTs, ditambah penugasan untuk mata pelajaran pilihan.
6Ketuntasan (KKM / KKTP)
- RA: tidak menggunakan ambang angka seperti jenjang lain; ketercapaian dinyatakan secara deskriptif.
- MI / MTs / MA: menetapkan KKM (Kurikulum 2013) atau KKTP (Kurikulum Merdeka) untuk tiap mata pelajaran. Wajib diatur di awal setiap semester; jika belum, guru tidak dapat mengisi nilai.
7Kokurikuler & Ekstrakurikuler
- Kegiatan kokurikuler (sebelumnya P5RA) kini menjadi bagian kokurikuler di semua jenjang.
- RA: koordinator kokurikuler otomatis dijabat wali kelas — operator tidak perlu menetapkannya manual.
- MI / MTs / MA: koordinator kokurikuler ditetapkan operator per rombel/tingkat.
- Ekstrakurikuler: di semua jenjang, operator menetapkan jenis ekstra dan pembinanya agar muncul di akun pembina.
8Pengisian Nilai & Bentuk Rapor
- RA: wali kelas mengisi deskripsi capaian tiap elemen/aspek; rapor berbentuk narasi perkembangan anak.
- MI / MTs / MA: setiap guru mapel mengisi nilai pengetahuan/keterampilan beserta deskripsi; rapor menampilkan daftar mata pelajaran beserta angka dan deskripsi.
- MA: rapor turut menampilkan mata pelajaran pilihan yang diambil masing-masing peserta didik.
Pengaturan cetak (kota, tanggal, kepala madrasah/RA, watermark, barcode) dan alur verifikasi oleh wali kelas sebelum cetak berlaku seragam di seluruh jenjang.
9Kenaikan Kelas & Kelulusan
Mekanisme di menu "Naik Kelas" sama, tetapi kelas akhir yang diluluskan berbeda.
- Prinsip umum (semua jenjang): proses dilakukan di semester Genap tahun berjalan. Luluskan kelas/kelompok akhir lebih dulu (ke status Lulus/Alumni), baru naikkan kelas di bawahnya.
- RA: Kelompok B → Lulus/Tamat RA; Kelompok A → Kelompok B.
- MI: Kelas 6 → Lulus; kelas 1–5 naik satu tingkat.
- MTs: Kelas 9 → Lulus; kelas 7–8 naik satu tingkat.
- MA: Kelas 12 → Lulus; kelas 10–11 naik satu tingkat. Pada MA, fitur naik kelas inilah yang sekaligus menarik data kelas 11 & 12 ke tahun berikutnya.
10Pergantian Semester & Kirim Nilai
Langkah ganti semester Ganjil ke Genap (backup → ubah semester aktif → cek wali kelas → Salin Mengajar → atur ulang KKTP & pembina ekstra → kelola mutasi) dan proses kirim nilai ke server pusat berjalan dengan cara yang sama, baik di RA, MI, MTs, maupun MA.
Perbedaan satu-satunya yang perlu diperhatikan: pada RA, "Salin Mengajar" praktis tidak relevan karena penilaian terpusat pada wali kelas; sedangkan pada MI/MTs/MA fitur ini sangat membantu menyalin penugasan banyak mapel sekaligus.
11Sorotan Khusus per Jenjang
RA — yang membuatnya unik
- Tidak ada mata pelajaran, tidak ada angka, tidak ada KKM klasik.
- Wali kelas memegang hampir seluruh penilaian dan otomatis menjadi koordinator kokurikuler.
- Alur operator paling ringkas dibanding jenjang lain.
MA — yang paling kompleks
- Wajib menyediakan kelompok mata pelajaran pilihan (minimal tujuh) dan mengelola pilihan tiap peserta didik.
- Data kelas 11 & 12 ditarik lewat naik kelas dari tahun sebelumnya, bukan diinput manual.
- MAK (Madrasah Aliyah Kejuruan) memiliki komponen kejuruan tambahan.
MI — catatan kecil
- Bahasa Inggris berstatus mata pelajaran pilihan untuk sementara sebelum nantinya menjadi wajib.
- Tersedia opsi mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial sesuai kesiapan madrasah.
12Penyesuaian Lintas Jenjang (KMA 1503/2025)
Beberapa pembaruan berlaku untuk banyak jenjang sekaligus sehingga tidak menjadi pembeda antarjenjang.
- P5RA menjadi kokurikuler. Proyek penguatan profil tidak lagi berdiri terpisah, melainkan menjadi bagian kegiatan kokurikuler dengan penyesuaian alokasi jam. Berlaku di RA, MI, MTs, dan MA.
- Mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial ditambahkan sebagai opsi di MI, MTs, dan MA.
- Tetap memakai Kurikulum Merdeka sebagai kerangka utama, dengan penyempurnaan melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
- Masa transisi: madrasah yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka diberi tenggat tertentu sebelum wajib beralih sepenuhnya.
13Ringkasan & Kesimpulan
- RA berdiri sendiri. Perlu panduan tersendiri karena dasar penilaian, struktur kelas, dan alurnya berbeda total.
- MI, MTs, dan MA berbagi alur yang sama. Perbedaannya pada isi (struktur mata pelajaran) dan tingkat kelas/kelulusan (6 / 9 / 12).
- MA memerlukan perhatian ekstra untuk mata pelajaran pilihan dan penarikan data kelas 11–12.
Cukup siapkan dua panduan: satu khusus RA, dan satu untuk MI/MTs/MA (dengan satu bagian tambahan khusus MA). Pola ini paling efisien dan tetap mencakup semua perbedaan penting.

